Arsip untuk sains kategori

Kapang dan Kesehatan

Posted in sains dengan kaitan (tags) on Agustus 1, 2008 by firdaussains

KapangKapang (mould/filamentous fungi) merupakan mikroorganisme anggota Kingdom Fungi yang membentuk hifa (Carlile & Watkinson 1994). Kapang bukan merupakan kelompok taksonomi yang resmi, sehingga anggota-anggota dari kapang tersebar ke dalam filum Glomeromycota, Ascomycota, dan Basidiomycota (Hibbett et al. 2007).

Carlile & Watkinson (1994) menyatakan bahwa jumlah spesies fungi yang telah teridentifikasi hingga tahun 1994 mencapai 70.000 spesies, dengan perkiraan penambahan 600 spesies setiap tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.000 spesies merupakan kapang. Menurut Moncalvo (1997) dan Kuhn & Ghannoum (2003), sebagian besar spesies fungi terdapat di daerah tropis disebabkan karena kondisi iklim daerah torpis yang hangat dan lembab yang mendukung pertumbuhannya. Habitat kapang sangat beragam, namun pada umumnya kapang dapat tumbuh pada substrat yang mengandung sumber karbon organik (Carlile & Watkinson 1994).

Kapang yang tumbuh dan mengkolonisasi bagian-bagian di dalam ruangan telah banyak diteliti. Kapang tersebut mudah dijumpai pada bagian-bagian ruangan yang lembab, seperti langit-langit bekas bocor, dinding yang dirembesi air, atau pada perabotan lembab yang jarang terkena sinar matahari. Genus kapang yang sering dijumpai tumbuh di dalam ruangan adalah Cladosporium, Penicillium, Alternaria, dan Aspergillus (Mazur et. al. 2006). Penelitian lain yang dilakukan oleh Brasel et al. (2005) menunjukkan bahwa kapang dari genus Stachybotrys juga ditemukan tumbuh di dalam ruangan.

Kapang melakukan reproduksi dan penyebaran menggunakan spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis, yaitu spora seksual dan spora aseksual (Carlile & Watkinson 1994). Menurut Champe et al. (1981) dan Carlile & Watkinson (1994), spora aseksual dihasilkan lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan spora seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil (diameter 1 – 10 μm) dan ringan, sehingga penyebarannya umumnya secara pasif menggunakan aliran udara (Carlile & Watkinson 1994). Apabila spora tersebut terhirup oleh manusia dalam jumlah tertentu akan mengakibatkan gangguan kesehatan (Curtis et al. 2004).

Gangguan kesehatan yang diakibatkan spora kapang terutama akan menyerang saluran pernapasan. Asma, alergi rinitis, dan sinusitis merupakan gangguan kesehatan yang paling umum dijumpai sebagai hasil kerja sistem imun tubuh yang menyerang spora yang terhirup (Curtis et al. 2004; Mazur et al. 2006). Penyakit lain adalah infeksi kapang pada saluran pernapasan, atau disebut mikosis. Salah satu penyakit mikosis yang umum adalah Aspergillosis, yaitu tumbuhnya kapang dari genus Aspergillus pada saluran pernapasan (Soubani & Chandrasekar 2002). Selain genus Aspergillus, beberapa spesies dari genus Curvularia dan Penicillium juga dapat menginfeksi saluran pernapasan dan menunjukkan gejala mirip seperti Aspergillosis (Mazur et al. 2006).

China Keluarkan Aturan Pengembangan Mobil Energi Baru

Posted in sains dengan kaitan (tags) on Juli 31, 2008 by firdaussains

Media Indonesia Online (Media Indonesia Online)

BEIJING–MEDIA: Pemerintah China membuat suatu ketentuan yang substansial ke depan dalam mengembangkan industri mobil dengan energi baru sebagai bentuk kepedulian terhadap konservasi energi dan perlindungan lingkungan.

“Sebuah peraturan baru mengenai sejumlah kualifikasi manufaktur untuk industri mobil dengan energi baru telah disampaikan oleh para perencana ekonomi tertinggi, yakni Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) setelah selama tujuh bulan melakukan diskusi publik,” demikian seperti dikutip Xinhua, di Beijing, Sabtu.

Mobil energi baru yang masuk dalam definisi adalah mobil hibrida, kendaraan listrik baterai (BEV), kendaraan listrik menggunakan sel (FCEV), kendaraan berbahan bakar hidrogen, serta kendaraan dengan tenaga tipe bahan bakar lain.

Profesor Zha Daojiong, direktur Pusat Keamanan Energi Internasional Tiongkok, Universitas Renmin, Beijing, mengatakan latar belakang keluarnya ketentuan itu dalam upaya untuk menjawab meningkatnya mobil di pasar domestik serta memenuhi permintaan energi internasional.

Ketentuan itu dikeluarkan menyusul adanya pengumuman mengenai melonjaknya harga bahan bakar secara tajam oleh NDRC.

Harga bensin, minyak disel dan bahan bakar untuk pesawat terbang naik 500 yuan per ton, suatu kenaikan hampir 10 persen, yang sebagai upaya pemerintah mengurangi perbedaan harga bahan bakar di pasar internasional dengan dalam negeri.

Dokumen itu menyebutkan bahwa Pemerintah Tiongkok akan mempercepat penelitian, pengembangan serta produksi mobil energi baru langkah demi langkah.

Sejumlah perusahaan mobil telah mengajukan permintaan kepada para produsen mobil dengan ketentuan itu serta akan melakukan penelitian yang memadai, produksi, serta kapasitas layanan purna jual serta mengharapkan adanya kepastian kepercayaan mengenai nasib mobil generasi baru itu.

“Sejumlah perusahaan mengharapkan produsen mobil energi baru sebaiknya memberikan perhatian pada pengembangannya untuk kendaraan tipe baru itu dengan sungguh-sungguh menerapkan efisiensi energi, bukan hanya sekadar namanya saja,” kata Zhang.

Akan ada sejumlah institusi pengujian khusus untuk mengawasi kualitas kendaraan tipe baru itu. (Ant/OL-1)

Sumber : China Keluarkan Aturan Pengembangan Mobil Energi Baru

Biji Berusia 2000 Tahun Masih Bisa Tumbuh

Posted in sains dengan kaitan (tags) on Juli 30, 2008 by firdaussains

Methuselah, saat berumur 26 bulan. Credit: Photo by Guy Eisner/Courtesy of Science

Jumat, 13 Juni 2008 | 21:33 WIB

WASHINGTON, JUMAT – Sekilas, palem setinggi 1,2 meter yang berusia tiga tahun ini tak begitu istimewa. Namun, tumbuhan yang disebut Methuselah tersebut sangat bernilai karena tumbuh dari sebuah biji berusia 2000 tahun.

Tumbuhan tersebut mungkin memecahkan rekor sebagai tumbuhan yang berasal dari biji tertua di dunia. Sebab, tumbuhan dan biji tertua selama ini dipegang sebuah tumbuhan teratai yang berasal dari biji berusia 1300 tahun.

Tunasnya pertama kali muncul tahun 2005 dari biji yang ditemukan di Israel tepatnya situs Masada yang dikenal sebagai lokasi pelarian orang-orang Yahudi yang memilih bunuh diri daripada ditangkap tentara Romawi. Umur 2000 tahun diketahui dari hasil pengukuran radiokarbon.

Sallon, direktur Pusat Riset Kedokteran Alami Louis L Borick di Organisasi Kedokteran Hadassah Israel melaporkan perkembangan terakhir tumbuhan langka tersebut dalam jurnal Scinece edisi terbaru. Para peneliti tengah berupaya menguak informasi sebanya mungkin mengenai tumbuhan tersebut termasuk potensi khasiatnya.

“Salah satu tujuan proyek penelitian kami adalah menguak kembali manfaatnya di masa lalu sampai menanamnya sehingga tersedia banyak pasokan,” ujar Sallon.  Satu hal penting yang belum diketahui tentang tumbuhan tersebut adalah jenis kelaminnya, apakah jantan atau betina. Sebab, jenis palem-paleman seperti ini biasanya baru dapat dibedakan jenis kelaminnya setelah berumur 6-7 tahun.

Meski demikian, para peneliti telah mempelajari DNA tumbuhan tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa gennya hanya mewarisi setengah gen palem modern yang masih banyak tumbuh di Israel saat ini.

Sallon mengatakan masih besar harapan untuk mempertahankan plasma nutfahnya tidak hanya untuk sebagai sumber makanan namun obat-obatan.  Salah satu program yang dipimpinnya, Proyek Tanaman Obat Timur Tengah sedang bekerja keras untuk menanam tumbuhan tesebut di wilayah yang cocok.
WAH
Sumber : AP

Sumber : www.kompas.com

Last Updated ( Thursday, 19 June 2008 )

Ilmuwan Jepang Bikin DNA Buatan

Posted in sains dengan kaitan (tags) , on Juli 30, 2008 by firdaussains
Ilustrasi struktur DNA yang berbentuk spiral ganda (double helix).

Senin, 7 Juli 2008 | 15:32 WIB

JAKARTA, SENIN – Para pakar kimia Jepang mengklaim telah berhasil menyusun DNA buatan dari molekul-molekul organik. Terobosan ini menjanjikan harapan baru untuk mengembangkan sejumlah teknologi tinggi. Misalnya, untuk mengembangkan terapi gen yang lebih akurat dan sesuai sasaran. DNA buatan juga menjadi kunci pengembangan komputer masa depan yang berbasis nanoteknologi.

DNA yang dikenal sebagai rangkaian molekul dalam bentuk spiral ganda (double helix) merupakan cetak biru kehidupan. Perannya sangat penting karena mengendalikan semua fungsi dalam tubuh makhluk hidup.

Secara alami, DNA tersusun dari empat jenis basa. DNA buatan yang dibuat para peneliti di Universitas Toyama, Jepang, juga tersusun dari empat jenis basa yang meniru DNA alami. Rangkaian basa di dalam medium gula membentuk struktur spiral ganda seperti DNA sebenarnya.

Para imuwan sudah mencoba merangkai DNA ke dalam sirkuit elektronika sederhana. Sejumlah ilmuwan juga bertahun-tahun mencoba meniru DNA buatan untuk memanfaatkan kemampuannya menyimpan informasi yang sangat kompleks, tapi terstruktur. Seperti DNA, arah spiral berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Para peneliti bahkan dapat membuat spiral rangkap tiga.

Struktur kimia yang unik dan sangat stabil ini sangat memungkinkan digunakan untuk mengembangkan berbagai material dan aplikasi bioteknologi. Demikian kesimpulan para peneliti yang akan memublikasikannya dalam Journal of the American Chemical Society edisi 23 Juli 2008.

WAH
Sumber : LIVESCIENCE

DITEMUKAN RUMPUT LAUT SARGASSUM MELIMPAH DI SERAM TIMUR

Posted in sains dengan kaitan (tags) , on Juli 30, 2008 by firdaussains

Sumber : KapanLagi.com (22 April 2008)

Tim Ekspedisi LIPI Ambon berhasil menemukan hamparan rumput laut jenis Eucheuma Sargassum dalam jumlah melimpah yang tumbuh secara alamiah di perairan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Sumber Daya Laut LIPI Ambon, Pamudji, di Ambon, Selasa.

Ekspedisi Widya Nusantara (E-WIN) yang dilakukan LIPI Ambon, pada Juli tahun 2007 menyatakan komoditi rumput laut jenis Eucheuma Sargassum bernilai ekonomis dan menjadi rebutan di pasaran dunia.

“Sejauh ini belum dikelola optimal oleh masyarakat setempat dan hanya dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari. Padahal rumput laut jenis ini paling laku di pasaran dunia karena menjadi bahan dasar industri kosmetik dan farmasi karena mengandung kadar alginat yang sangat tinggi,” katanya.

Ekspedisi itu pun menemukan kondisi air laut yang bersih dan bebas dari pencemaran lingkungan, serta kadar air yang sesuai memungkinkan rumput laut ini tumbuh dan berkembang secara alamiah dengan baik, di samping bebas dari gangguan predator.

Sehubungan dengan itu dia menghimbau Pemprov Maluku maupun Pemkab SBT untuk mulai melirik potensi sumber daya hayati laut ini untuk dikembangkan dalam skala besar, mengingat pengembangannya tidak membutuhkan modal besar dan waktu lama, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini peluang besar bagi Pemprov Maluku dan Pemkab SBT untuk mengarahkan masyarakat guna mengembangkannya bagi peningkatan kesejahteraan mereka di masa mendatang, tentunya dengan menjaga ekosistem yang ada,” katanya.

E-WIN 2007 yang dilakukan LIPI Ambon, menurut Pamudji, sebenarnya dipusatkan di Kepulauan Raja Ampat, namun atas permintaan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, ekspedisi tersebut dilakukan pula di wilayah pesisir Kabupaten SBT dengan tujuan untuk melihat sejauh mana potensi perairan yang ada di wilayah itu.

Kendati tidak menemukan jenis baru (new species) biota laut maupun terestrial, namun banyak ditemukan biota-biota yang belum pernah tercatat selama ini, di wilayah Maluku, sedangkan di wilayah Raja Ampat, beberapa biota yang diduga species baru telah ditemukan, baik flora maupun faunanya. (kpl/rsd)

Apa dan Bagaimanakah Tornado Itu?

Posted in sains dengan kaitan (tags) , on Juli 30, 2008 by firdaussains

Isu tentang pemanasan global lagi naik daun saat-saat sekarang ini. Sejumlah fakta membuktikan bahwa bumi kita sekarang ini memang telah mengalami peningkatan suhu, perubahan iklim gobal, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal inilah juga yang mungkin menyebabkan terjadinya kondisi cuaca yang makin buruk pada hampir seluruh negara yang salah satu dampaknya adalah makin meningkatnya intensitas kejadian angin tornado dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harta benda dan jiwa banyak yang melayang akibat ulah tornado ini. Walaupun demikian kita jangan langsung menjustifikasi bahwa kita semua tidak turut bertanggung jawab terhadap kondisi sekarang ini. Justru kitalah yang paling besar mengemban tanggung jawab agar bumi kita ini dapat terpelihara dengan baik. Sebab perubahan iklim yang cukup kritis sekarang ini tidak lain juga merupakan ulah tangan-tangan jahil manusia yang seenaknya saja mengeksploitasi kekayaan bumi tanpa memperdulikan dampak kerusakan yang ditimbulkannya. Seperti halnya pepatah, yang saya yakin sudah akrab di telinga kita semua, menyatakan “Sedia payung sebelum hujan” maka seyogyanya kita, terlebih bagi orang awam, mengenal lebih jauh seluk beluk tornado agar nantinya dapat dilakukan tindakan antisipasi yang lebih matang sehingga setidaknya dapat mengurangi jumlah kerugian, baik dari segi materi dan terlebih lagi nyawa manusia. Lantas apa dan bagaimanakah tornado itu?

Tornado berasal dari Tronada (Spanyol), Tonare (Latin) dan kerap dikenal dengan istilah Twister dan Willy-willy. Di Indonesia Raja Angin ini disebut dengan Angin Putting Beliung atau Angin Leysus. Dari definisinya tornado dapat diartikan sebagai putaran yang kencang dari suatu kolom udara yang terbentuk dari awan cumuliform yang telah menyentuh tanah, biasanya tampak sebagai corong awan (funnel cloud) dan kerap disertai dengan badai angin dan hujan, petir atau batu es. Sebagian besar tornado disebabkan oleh badai guntur yang berputar dengan sirkulasi yang teratur yang disebut dengan mesosiklon. Pembentukan tornado umumnya dapat dilihat pada hal- hal yang terjadi pada skala badai, di dalam dan sekitar mesosiklon. Perbedaan temperatur pada bagian tepi massa udara turun yang berada di sekitar mesosiklon (downdraft oklusi) erat kaitannya dengan pertumbuhan tornado. Sebagian besar tornado dapat memiliki kecepatan lebih dari 480 km/jam, rata-rata 175 km/jam atau lebih (di sekitar pusat dapat mencapai 100-200 meter/jam), dengan ketinggian ± 75 m, diameter umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Di Amerika Serikat tornado terjadi antara pukul 15 – 21 LT. Pada belahan bumi utara sebagian besar tornado berpusar berlawanan dengan jarum jam, sebaliknya di belahan bumi selatan berpusar searah jarum jam. Waktu berlangsungnya Tornado biasanya hanya beberapa menit (kurang dari 10 menit), paling lama juga tidak lebih dari beberapa jam.

Tornado dapat terjadi dimana saja diseluruh tempat di dunia, namun pada daerah-daerah lintang tinggi terjadinya biasanya pada musim semi atau musim panas. Amerika Serikat memiliki intensitas kejadian angin tornado yang lebih tinggi dibandingkan area lainnya, khususnya di Amerika Barat-Tengah. Di Indonesia, tornado lebih banyak terjadi di sekitar Sumatera dan Jawa. Tornado dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis dan skala kerusakannya. Berdasarkan jenisnya, tornado dibedakan atas :
Weak Tornado
Dikategorikan demikian karena waktu berlangsungnya sangat singkat antara 1 hingga 10 menit atau lebih, sebagian besar memiliki ukuran kecil dengan daya perusak yang kecil – umumnya berskala F0 – F1 – serta kecepatan angin kurang dari 112 mph. Persentase jumlah kematian yang diakibatkan tornado lemah kurang dari 5% dari keseluruhan kematian yang disebabkan tornado. Jenis ini paling banyak di antara jenis lainnya, mencakup 88% dari total keseluruhan kejadian tornado.
Strong Tornado
Berlangsung selama 20 menit atau bahkan lebih, umumnya berukuran kurang lebih 10 m dengan daya perusak kuat – berskala F2 – F3 – serta kecepatan angin antara 113 – 206 mph. Kematian yang diakibatkan tornado ini mencakup hingga 30%. Tornado kuat mencakup 11% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado.
Violent Tornado
Tornado ini dapat berlangsung cukup lama melebihi 1 jam dan dapat melintasi bermil-mil sebelum menghilang dengan daya perusak yang sangat kuat – F4 – F5 – serta kecepatan angin lebih dari 205 mph. Jenis ini paling banyak merenggut korban jiwa mencapai 70% kematian dari keseluruhan. Sangat jarang terjadi sehingga hanya mencakup 1% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado.

Dr. T. Theodore Fujita mengembangkan suatu metode untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan yang dihasilkan oleh tornado. Metode ini dikenal dengan nama Skala Fujita dengan deskripsi sebagai berikut :
Skala F0
Kecepatan (Mph) : < 73 Tingkat kerusakan : Ringan, beberapa kerusakan pada cerobong asap; dahan pohon patah dan daun-daun tercabut; pohon-pohon berakar dangkal terdorong; papan- papan penunjuk rusak dan roboh.
Skala F1
Kecepatan (Mph) : 73 – 112 Tingkat kerusakan : Sedang, atap rumah berhamburan; rumah semi-permanen bergeser bahkan roboh; pohon besar tumbang; kaca yang tidak kuat pecah; seng dan asbes beterbangan.
Skala F2 Kecepatan (Mph) : 113 – 157 Tingkat kerusakan : Signifikan, atap rumah dari kayu dan tanah liat terbang; rumah semi-permanen roboh; mobil terbalik; pohon besar tercabut; misil ringan terpicu; mobil terangkat dari permukaan tanah.
Skala F3
Kecepatan (Mph) : 158 – 206 Tingkat kerusakan : Berat, atap beterbangan dan dinding rumah permanen rusak parah bahkan roboh; kereta api terbalik; sebagian besar pohon di hutan tercabut; mobil besar terlempar dari permukaan tanah.
Skala F4
Kecepatan (Mph) : 207 – 260 Tingkat kerusakan : Hebat, rumah permanen porak poranda; bangunan dengan pondasi semi-permanen tersapu; misil besar terpicu; mobil dan benda berat lainnya terlempar beterbangan; semua pohon beterbangan.
Skala F5
Kecepatan (Mph) : 261 – 318 Tingkat kerusakan : Sangat hebat, rumah dengan kerangka yang baik pondasinya tersapu; Misil berukuran besar beterbangan di udara hingga 100 meter; fenomena luar biasa lain akan muncul.
Sumber :
• id.wikipedia.org
• www.spc.noaa.gov
• www.jogja.go.id