|
|
Jun 15, ‘06 5:27 PM
for everyone |
F I R A U N
Fir’aun atau Pharao atau Pharaoh (פַּרְעֹה, Ibrani Baku Parʿo, Ibrani Tiberias Parʿōh) adalah gelar bagi para raja-raja Mesir pada Masa Mesir kuno. Fir’aun diyakini berasal dari kata Pharao. Sedangkan kata fir’aun dalam bahasa Indonesia adalah bentuk dalam bahasa Arab dari kata ini. Akhirnya kata ini berasal dari bahasa Mesir Pr-Aa yang artinya adalah “Rumah Besar”.
Firaun adalah simbol, identik dengan para pemimpin yang membuat kerusakan dimuka bumi. ciri pemimpin yang berpolah tikah laku bak firaun. Allah nyatakan cirinya didalam QS Al Qashash (28/4) :
“Sesungguhnya Fir’aun Telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.
* Membuat sewenang-wenang di muka bumi, tidak adil dan amanah
* Membuat masyarakatnya berpecah belah, berfirqoh-firqoh
* Menindas segolongan dari mereka, belah bambu-menjungjung golongannya dan menginjak sebagian golongan yang lainnya.
* Membunuh anak laki-laki mereka, membunuh keberanian
* Membiarkan hidup perempuan mereka, memupuk rakyatnya bermental cemen
* Membuat kerusakan di mika bumi
* Menyesatkan kaumnya.
Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka Telah sesat, QS At Thahaa (20 / 92)
Figure, Jasad firaun di abadikan untuk menjadi pelajaran generasi mendatang. Qs Yunus (10 / 92) :
“Maka pada hari Ini kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan Sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami “.
Akibat kesombongan firaun, sehingga dia merasa tidak ada yang berhak untuk mengatur dirinya, dan masyarakatnya di atur oleh peraturannya. Dan dia merasa peraturannya tidak ada yang menandinginya dan berlaku abadi.
Dengan keangkuhannya tersebut dia menyatakan : “AKULAH TUHANMU YANG PALING TINGGI…..” Qs An Nazi’at (79 / 24)
Hanya peraturannya lah yang paling tinggi.
Dengan pernyataannya itu ia bermadsud membunuh anak laki-laki dan membiarkan anak perempuan .
Kediktaktoran firaun membekar rakyat kecil dengan dalih pembangunan yang di gunakan untuk memonitor orang-orang yang ingin menandinginya. Firaun tak mau tahu dengan konsep selain ideologinya, dia menyangka bahwa dirinya akan abadi. Akhirnya allah menenggelamkan kekuasaanya bersama bala tentaranya. At Thaahaa (20 / 78-79) & Qs Al Qashash (28 / 38-42) :
“Dan Berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, Aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain Aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat, Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya Aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya Aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”.
39. Dan berlaku angkuhlah Fir’aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada kami.
40. Maka kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka Lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
41. Dan kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
42. Dan kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)”.
Kekuasaan firaun kelihatannya bersatu, secara lahiriyah terlihat kompak kerja samanya, tetapi sesungguhnya di dalamnya terdapat permusuhan – permusuhan, pertentangan intern yang sangat hebat. Hati mereka terpecah belah ibarat permainan kartu. Qs Al Waqiaah (56 / 14)
Akhirnya kekuasaanya tenggelam, punah dengan diutusnya musa. Qs Asy Syua’raa (26 / 63-66)
<!–
–>
<!–
var item_key = typeof(ItemKeyDefault) != “undefined”
? ItemKeyDefault
: (” || ‘azzahraku:journal:16′);
–>
save_resize_key = ‘reply_form_height’;
addEvent(window, ‘load’, function() { new textareaResizer(getEl(‘body’)) }, false);
<!– var tcdacmd=”cc=tvl;dt”; –> |